Arizona: Bumi ternyata memiliki lebih dari satu
satelit. Jika selama ini satu-satunya satelit Bumi yang dikenal hanyalah
Bulan, peneliti dari Cornell University menyebut jika ada satu satelit
lagi yaitu 2006 RH120. Satelit ini pertama kali muncul 2006 di Catalina
Sky Survey, Arizona, Amerika Serikat. Saat itu, objek yang dianggap
asteroid ini bergerak mengelilingi Bumi.
Benarkah Bujmi Mempunyai 2 Bulan?
Partikel Tuhan Sudah Ditemukan?
Dalam novel dan filmnya itu, Dan Brown memperlihatkan bagaimana kemungkinan reaksi kaum agamawan, terutama Vatikan, bila ternyata betul ilmuwan bisa menemukan partikel Tuhan yang menjelaskan asal usul dunia.
MABEL Robot Tercepat di Dunia Bergerak Dengan Kecepatan 10.9 Km/Jam
Game Angry Birds Seasons:Wreck the Halls Terbaru Bisa Didownload Untuk Android Dan iPad
AMD Siapkan Prosesor Ultra Tipis dan Ultra Cepat untuk Ultrabook
Ambisi NASA Ungkap Rahasia Bintang 'Zombie'
Greenbelt – Peneliti Amerika Serikat (AS) dan NASA mengaku
akan menyelidiki zombie dari kosmos. Penyelidikan ini dilakukan untuk
mengungkap rahasia bintang neutron. Bagaimana?
Planet Nibiru Penyebab Kiamat 2012?
Bagian luar Tata Surya masih memiliki banyak planet-planet minor yang
belum ditemukan. Sejak pencarian untuk Planet X dimulai pada awal abad
ke 20, kemungkinan akan adanya planet hipotetis yang mengorbit Matahari
dibalik Sabuk Kuiper telah membakar teori-teori Kiamat dan spekulasi
bahwa Planet X sebenarnya merupakan saudara Matahari kita yang telah
lama “hilang”.
Tetapi mengapa cemas duluan akan Planet X/Teori Kiamat ini? Planet X
tidak lain hanya merupakan obyek hipotetis yang tidak diketahui?

Ditemukan, Referensi Kedua soal Kiamat 2012
Para ilmuwan di Meksiko kembali menemukan prasasti Suku Maya yang memperkuat ramalan akan terjadinya kiamat pada 2012.
Para
ilmuwan pernah menemukan prasasti Suku Maya di situs Tortuguero di
teluk Tabasco yang sempat menggegerkan dunia karena prasasti itu berisi
ramalan terjadinya kiamat pada 2012.

Mirip Tato Padahal Sensor Elektronik
Perekayasa Amerika Serikat mengembangkan platform perangkat ultra-tipis
yang fleksibel dan nyaman sehingga dapat ditempelkan di kulit bagaikan
tato sementara. Perangkat tersebut bisa berfungsi sebagai sensor,
membantu diagnosis medis, komunikasi, dan interface manusia-mesin.

Senyawa Pembunuh Virus HIV Ditemukan
Zhilei Chen, asisten profesor di A&M University di Texas yang
berkolaborasi dengan Scripps Research Institute, menghasilkan penelitian
besar dengan menemukan senyawa PD 404,182 yang bisa membunuh virus HIV,
penyebab AIDS.
Inilah Bocah Pengganti Steve Jobs
Setelah meninggalnya visioner dan pendiri Apple, Steve Jobs, semua
orang bertanya-tanya siapakah yang mampu menggantikannya. Bukan untuk
menggantikannya sebagai CEO Apple karena Apple telah menunjuk Tim Cook
untuk jabatan tersebut.
10 TEMPAT MIRIP DUNIA ALIEN DI BUMI
1. Dry Valleys (Antartica)
Memiliki
permukaan tanah yang bertabur dengan kerikil tandus, tempat ini bisa
dikatakan tempat di Bumi yang paling mirip dengan planet Mars. Suatu
pemandangan alam yang sangat memposona. Tempat ini terletak masih dalam
Victoria Land, sebelah barat McMurdo Sound.
Hampir
tidak ada hujan salju di sini. melainkan hanya beberapa batu2 curam
yang hanya sedikit diselimuti es. Tanah lapang ini kelihatan bukan
seperti suatu alam di bumi ini yang ada pada umumnya.
NASA akan Kunjungi Matahari Tahun 2018
NASA akan kirim satelit (probe) ke matahari ke korona matahari pada
tahun 2018 nanti untuk mengetahui mekanisme pemanasan matahari dan cara
terbentuknya badai surya. Satelit bernama Solar Probe Plus juga
diharapkan bisa menjawab sebuah misteri mengapa atmosfer matahari 200
kali lebih panas daripada permukaan matahari.
Tertangkap Kamera, Nebula Belalai Gajah yang Indah dan Menawan
Menyerupai bentuk makhluk yang sedang dikejar aliran api, Nebula Belalai
Gajah merupakan salah satu nebula yang bisa dilihat dengan mata
telanjang.
Nebula ini bisa dilihat dengan mata telanjang dengan kondisi langit
malam yang benar-benar gelap. Nebula ini terletak di rasi bintang
Cepheus (raja) yang jaraknya sejauh 2.400 tahun cahaya.

Gambar ini diambil Bob dan Janice Fera antara 23-26 Juli 2011 dari Eagle Ridge Observatory, Foresthill, California. Sebuah nebula merupakan awan gas dan debu di luar angkasa.
Beberapa nebula merupakan daerah tempat bintang baru terbentuk, sementara lainnya merupakan sisa-sisa bintang sekarat atau mati.
Nebula ini merupakan nebula emisi yang artinya, nebula ini memiliki awal gas ionisasi yang memancarkan cahaya dengan beragam warna, biasanya melalui foton berenergi tinggi.
Ilmuwan yakin awan nebula ini merupakan situs formasi bintang dengan bintang muda yang menyatu dari lubang kecil di kepala titiknya seperti dimuat Science.
NASA Temukan 'Aliran Sungai' di Mars
Kamera High Resolution Imaging Science Experiment (HiRiSE) yang ada pada
Mars Reconaissance Orbiter (MRO) berhasil menangkap citra guratan pada
kawah curam di Mars.
Para ilmuwan mempercayai, guratan tersebut merupakan tanda keberadaan air yang mengalir layaknya sungai.

"Ini adalah air masa kini, bukan yang terdapat di masa lalu," kata Alfred McEwen, pakar ilmu keplanetan dari University of Arizona yang terlibat penelitian ini.
Ia mengatakannya dalam konferensi pers yang diadakan NASA. "Penjelasan paling masuk akal dari hasil observasi sejauh ini adalah aliran air asin," sambung McEwen.
Meski demikian, ia buru-buru menegaskan bahwa hasil observasi yang dipublikasikan hari ini di jurnal Science ini bukanlah bukti keberadaan aliran air secara langsung. Meski demikian, alternatif penjelasan selain air mengalir masih belum ada.
"Membandingkan dengan Bumi, sulit menjelaskan bahwa guratan terbentuk dari aliran zat lain.
Pertanyaannya adalah, apakah ini terjadi di Mars, dan bila ya, mengapa hanya di tempat tertentu," jelas Richard Zurek, pimpinan proyek MRO dari Jet Propulsion Laboratory NASA.
McEwen menjelaskan, dari guratan yang ditinggalkan, tampak bahwa air yang mengalir memiliki kekentalan yang tinggi, membuatnya lebih mirip dengan aliran sirup.
Namun, McEwen menuturkan, "Kami belum tahu salinitas atau keasinan dari air yang mengalir itu."
Guratan-guratan itu merupakan guratan musiman yang terbentuk di musim panas membuat penampakan gelap dan seolah menghilang di musim dingin.
Guratan sudah ditemukan di 7 lokasi dan kemungkinan di 20 lokasi lainnya lagi. Salah satunya ada di sekitar kawah Newton.
Setiap lokasi penemuan kurang lebih memiliki 1000 guratan yang jika dilihat berbentuk seperti jari.
Lisa M Pratt, pakar biogeokimia dari Indiana Univerity mengatakan, guratan yang ditemukan bisa berpotensi menjadi tempat tinggal makhluk hidup, jika memang ada.
Di Bumi, mikroba bisa hidup di air asin yang tak pernah membeku, atau bahkan bisa mengalami dormansi di air beku.
"Ini sangat spekulatif karena kita tidak tahu apakah ada organisme di sana, atau apakah pernah ada sebelumnya," kata Pratt seperti dikutip the New York Times hari ini.
Guratan-guratan pada kawah Mars itu pertama kali terobservasi oleh pelajar University of Arizona, Lujendra Ojha. Ia tengah mempelajari perubahan kecil yang ada di planet Mars ketika akhirnya menemukan struktur guratan tersebut.
"Saya bingung saat pertama kali melihatnya dalam gambar setelah saya memproses dengan algaritma," kata Ojha.
"Tapi kami akhirnya sadar bahwa guratan itu ialah struktur berbeda dari yang ditemukan sebelumnya. Kami melihat bahwa ini struktur musiman dan bisa tumbuh hingga 200 meter dalam 2 bulan," sambung Ojha.
Konfirmasi struktur guratan yang tampak gelap dengan Compact Reconaissance Imaging Spectrometer for Mars (CRISM) memang tak menunjukkan tanda keberadaan aliran air secara langsung.
Tapi, ini tak menutup kemungkinan adanya aliran air yang cepat kering atau hanya dalam jumlah sedikit di bagian sub permukaan.
Menjelaskan penampakan guratan yang gelap dan kemampuannya berubah menjadi terang, McEwen mengatakan, "Guratan tampak gelap bukan karena aliran air yang basah. Aliran air asin bisa menyusun kembali butiran-butiran atau mengubah kekasaran permukaan sehingga tampak gelap. Bagaimana guratan tampak terang lagi saat temperatur turun, belum ada penjelasan."
McEwen mengatakan, "Ini masih misteri saat ini. Tapi saya pikir ini misteri yang bisa dipecahkan dengan penelitian lebih lanjut."
Penemuan Humanoid Mini di Rusia dan Chili
Banyak orang telah mengetahui mengenai penemuan mayat humanoid mini di Chili. Tapi hanya sedikit yang mengetahui bahwa 6 tahun sebelumnya, mayat serupa ditemukan di Rusia.
Bagi yang belum pernah mendengar tentang humanoid mini dari Chili, inilah ceritanya :
Penemuan humanoid mini di Chili
pada
tanggal 01 Oktober 2002, saat sedang berlibur di kota Concepcion
disebelah selatan Chili, sebuah keluarga menemukan sesuatu. Sesuatu yang
menyerupai mayat manusia. Namun panjangnya hanya 7,2 cm. Mayat itu memiliki kepala yang besar, dua lengan dengan
jari-jari yang panjang dan dua kaki. Penemuan itu pertama kali
dilaporkan oleh Mega News Service – sebuah saluran berita lokal di
wilayah Santiago.
Menurut bukti-bukti awal yang dikumpulkan dan
wawancara yang dilakukan oleh seorang jurnalis bernama Rodrigo Ugarte,
makhluk aneh tersebut ditemukan di semak-semak oleh salah seorang anak
saat liburan bersama keluarganya. Anak itu mengambil benda tersebut dan
membungkusnya dengan kertas. Yang luar biasa adalah pengakuan anak
tersebut yang mengatakan bahwa makhluk tersebut masih hidup ketika
ditemukan dan bahkan sempat membuka matanya. Makhluk itu mati pada hari
kedelapan.

Beberapa
hari setelah kematiannya, makhluk tersebut menunjukkan tanda-tanda
dekomposisi dan akhirnya secara misterius termumifikasi secara otomatis.
Spesialis
dari universitas Chili memberikan dugaan awal bahwa makhluk tersebut
kemungkinan adalah fetus dari binatang liar lokal, seperti kucing liar. Namun mereka belum dapat menentukan spesies pasti dari makhluk tersebut. Mereka berencana melakukan tes DNA untuk mengetahuinya.
Keluarga
Henriquez Carreno yang menemukan makhluk tersebut mengatakan kepada
para wartawan bahwa makhluk tersebut pada awalnya berwarna merah jambu, namun segera berubah menjadi lebih gelap. Kemungkinan karena mereka menyimpan mayat tersebut di dalam kulkas.
Setelah
penemuan mayat tersebut, keluarga Carreno sering didatangi oleh para
medium, paranormal dan dukun. Beberapa dari antaranya mengatakan bahwa
mereka berhasil mengadakan kontak telepati dengan makhluk tersebut.
Sampai
saat ini Keluarga Carreno masih menyimpan mayat tersebut dan belum ada
usaha serius dari pihak ilmuwan untuk meneliti makhluk tersebut.
Penemuan humanoid mini di Rusia
Enam
tahun sebelumnya, Rusia telah digemparkan dengan penemuan makhluk
serupa. Penemuan “mayat alien” di Rusia itu bermula dari laporan
Georgian UFO Association (GUFORA). Mereka mengklaim bahwa Badan keamanan
Rusia (dahulu bernama KGB) menyimpan mayat manusia mini yang disangka
sebagai alien pada tahun 1996. Menurut laporan mereka, seorang wanita
tua yang tinggal di desa Kashtim menemukan satu makhluk kecil yang hidup
ketika ia sedang berjalan di desanya di Pegunungan Ural. Ia mengira
makhluk itu adalah seorang bayi yang ditinggalkan. Ia membawanya pulang
untuk merawatnya.

Setelah
dua minggu mengasuh makhluk itu, wanita itu menjadi sakit dan segera
dibawa ke rumah sakit. Takut rahasianya diketahui, ia tidak menceritakan
kepada siapapun tentang makhluk tersebut. Makhluk itu akhirnya mati.
Akhirnya, wanita itu menceritakan juga kepada petugas rumah sakit
mengenai penemuan itu. Polisi wilayah Kashtim segera memeriksa rumah
wanita tersebut dan menemukan makhluk tersebut yang sudah menjadi mayat.
Kejadian itu terjadi pada tanggal 13 Agustus 1996. Penemuan mayat itu
direkam dengan video VHS, dan penyelidikan segera dilakukan. Para
peneliti menggunakan sinar radiasi untuk menentukan jenis makhluk
tersebut, namun
alat radiasi menunjukkan tanda abnormal. Tinggi makhluk itu sekitar 25
cm. Setelah kejadian itu tersebar luas, badan keamanan Rusia segera
datang dan menyita mayat tersebut. Sampai saat ini, tidak ada laporan
resmi dari pemerintah mengenai penemuan tersebut.
Banyak orang berspekulasi bahwa kedua mayat diatas adalah mayat alien. Namun selama belum terungkap, kepastiannya masih akan mengambang.
Senjata' Baru Ilmuwan Hentikan Pemanasan Global
Ilmuwan Inggris membuat balon helium seukuran Stadion Wembley yang
dikaitkan pada sebuah kapal yang diterbangkan pada ketinggian 20km.
Balon inilah yang disebut-sebut akan menjadi ‘senjata’ untuk menyelamatkan planet ini dari pemanasan global.

Ilmuwan ini menyelidiki apakah pipa air biasa mampu digunakan menembakkan partikel ke atmosfer dan mendinginkan Bumi.
Prototipe balon ini telah dibuat dan akan diterbangkan bulan depan dari lapangan terbang di Norfolk dalam percobaan yang menghabiskan dana GBP 200 ribu (Rp2,8 miliar).
Upaya ini dilakukan guna menyelidiki ‘rekayasa geo,’ proses kontroversial seputar percobaan manusia dalam memanipulasi iklim.
Ide di balik upaya ini adalah jutaan partikel bahan kimia akan difungsikan seperti cermin dan memantulkan sinar matahari untuk menghentikan pemanasan planet.
Balon ini dibuat ilmuwan di universitas Oxford, Cambridge, Bristol dan Edinburgh. Menurut keterangan mereka seperti dikutip Dailymail, sebanyak 10 balon akan menyebar, 10 juta ton bahan kimia itu akan berada di stratorfer tiap tahun untuk menurunkan suhu global 2 derajat Celsius dalam dua tahun.
Foto - Foto Antariksa Terbaik versi AOL
Jagad raya, sebuah "mahakarya" sang Pencipta yang tak akan habis
dibahas, bagaimana uniknya dan misteriusnya sebuah ruang yang amat luas
yang menyimpan berbagai ilmu pengetahuan, galaxi, bintang, planet serta
tingkah laku. Kini kita liat sisi lain dari seni fotografi terbaik luar
angkasa, setidaknya ini yang AOL katakan.














7 Galaxy Terindah di Jagad Raya
7 Galaxy Terindah di Jagad Raya
2. The Ant Nebula

3. Nebula NGC 2392

4. Cat’s Eye Nebula

5. The Hourglass Nebula

6. Cone Nebula.

7. The Perfect Storm
13 Katak Bertaring Ditemukan di Sulawesi
Ben Evans, pakar hewan dari McMaster University di Hamilton dan ilmuwan
Indonesia menemukan 13 spesies katak bertaring di Sulawesi. Sejumlah 9
dari 13 spesies itu belum pernah ditemukan sebelumnya. Penemuan ini
dilaporkan dalam jurnal The American Naturalist bulan ini.
Katak bertaring termasuk dalam genus Limnocetes, disebut bertaring karena memiliki tonjolan tulang di rahang bawah. Taring yang dimaksud bukan berarti gigi taring yang sebenarnya, sebab tak memiliki akar gigi atau ciri-ciri gigi lainnya.
Dalam papernya, Evans menulis, seluruh spesies katak bertaring yang ditemukan memiliki variasi adaptasi yang berbeda, sesuai kondisi lingkungan dan iklim mikro masing-masing, mulai dari yang terbasah hingga terkering dan dengan beragam vegetasi yang ada.
Beberapa spesies punya kaki berselaput tebal untuk beradaptasi dengan arus sungai yang deras. Sementara yang lain berselaput tipis, sesuai dengan lingkungan darat. Yang unik, ada katak yang melakukan fertilisasi internal, meletakkan telurnya jauh dari air dan mengawasinya.
"Penemuan ini menjadi contoh bagus bagaimana spesies pada akhirnya menggunakan taktik yang sama untuk survive dan melakukan diversifikasi ketika diberi kesempatan," kata Evans seperti dikutip CBCnews, Jumat (12/8/2011).
Evans mengatakan bahwa berdasarkan hasil penelitian, tak ada genus katak lain di Sulawesi yang bisa berkompetisi dengan genus katak bertaring. Ini menjadi bukti bahwa katak bertaring berevolusi untuk mengisi kekosongan relung kehidupan yang ada di Sulawesi.
Sampai saat ini, ilmuwan belum mengetahui manfaat taring pada katak genus ini. Beberapa kemungkinan adalah sebagai senjata melawan pejantan lain untuk mempertahankan wilayah, menangkap mangsa seperti ikan dan serangga serta sebagai senjata melawan predator.
Untuk menemukan katak ini, Evans dan timnya harus melakukan ekspedisi di sepanjang sungai dan hutan dengan resiko gigitan ular berbisa. Hasilnya, ada 683 ekor katak yang berhasil ditangkap. Peta distribusi katak lalu dibuat, sekaligus perbandingan ciri katak dengan lingkungannya.
Saat ekspedisi, Evans berusaha menangkap katak di hutan yang belum tersentuh illegal logging. Namun, ia mengatakan, "Ada banyak hutan dimana kami mengambil sampel yang kemudian hilang ketika kami mengunjunginya beberapa tahun kemudian."
Sejauh ini, Evans mengatakan belum ada dari spesies yang ditemukan punah. Tapi ia mempercayai, distribusi katak-katak tersebut telah berkurang. Perlu usaha pelestarian lingkungan untuk menjaga katak-katak ini tetap eksis.












